
BPSI TANAH DAN PUPUK HADIR DALAM BIMTEK PENERAPAN TEKNOLOGI TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA
Bandung, 13 Desember 2024 bertempat di Hotel Grand Tjokro Cihampelas BPSI Tanah dan Pupuk ikut berpartisipasi pada Bimbingan Teknis Penerapan Penyuluhan Pertanian yang diselenggarakan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Narasumber pada kali ini yaitu Ema Lindawati, S.Si.,M.Biotech. yang merupakan analis standardisasi pertama BPSI Tanah dan Pupuk. Acara ini dipandu oleh Iqbal Perdana Rachmatan S.P. dan diikuti oleh sekitar 45 peserta yang terdiri dari Kepala Bidang dan para penyuluh dari yang berasal dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.
Adapun topik materi yang dibawakan oleh Ema berjudul “Pemupukan Berimbang Untuk Peningkatan Produksi Tanaman Pangan Dan Hortikultura”. Ema memaparkan beberapa tantangan yang dihadapi dalam kegiatan pertanian baik masa sekarang maupun yang akan datang antara lain adanya tuntutan jumlah pangan yang semakin meningkat seiring pertambahan jumlah peduduk, terjadinya degradasi lahan sehingga menyebabkan penurunan produktivitas lahan pertanian, keterbatasan dan berkurangnya sumberdaya lahan subur serta terjadinya konversi lahan pertanian dan perubahan iklim secara global.
Pada kesempatan ini juga disampaikan mengenai beberapa inovasi teknologi pertanian yang harus dilakukan dalam rangka meningkatkan produksi pertanian, antara lain: penggunaan benih yang unggul untuk meningkatkan produktivitas dan benih yang tahan cekaman biotik maupun abiotik, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), teknologi penanganan panen dan pascapanen dan inovasi pemupukan berimbang. Lebih lanjut terkait pemupukan berimbang merupakan suatu tindakan pemberian pupuk ke dalam tanah dengan jumlah dan jenis hara yang sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan juga kebutuhan tanaman agar mencapai hasil yang optimal. Tidak semua hara harus ditambahkan hanya unsur hara saja yang diperlukan serta perlunya kombinasi penggunaan antara pupuk anorganik dengan bahan/pupuk anorganik agar mendapat produksi yang optimal.“Pemupukan yang tidak berimbang akan mengakibatkan hasil produksi menjadi tidak optimal, kesuburan tanah dan kualitas hasil panen menurun serta dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan” jelas Ema. Agar hasil produksi optimal dan pemupukan efektif maka diperlukan 6 tepat pemupukan yang terdiri dari tepat dosis/jumlah pupuk, tepat jenis/sumber pupuk, tepat waktu, tepat cara pemupukan, tepat jenis tanah dan tepat komoditas.
Beberapa teknologi dan perangkat uji cepat yang dapat mendukung pemupukan berimbang yang dimiliki oleh BSIP antara lain perangkat uji tanah sawah (PUTS), perangkat uji tanah kering (PUTK) dan juga SISCrop versi 2.0. Acara bimtek ini diisi dengan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Melalui bimtek ini diharapkan dapat menambah wawasan para peserta mengenai pemupukan berimbang dan teknologi yang mendukung pemupukan berimbang. (LP,ELW,AFS)